Gamahira Goes to Pasraman III Ajak Masyarakat Lampung Timur Belajar Budaya dan Teknologi

Admin GAMAHIRA

Admin GAMAHIRA

Minggu, 31 Mei 2026 · 229 kali dibaca

Gamahira Goes to Pasraman III Ajak Masyarakat Lampung Timur Belajar Budaya dan Teknologi

Mahasiswa Hindu ITERA Sukses Laksanakan Pengabdian Masyarakat "Goes to Pasraman III" di Lampung Timur Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hindu Institut Teknologi Sumatera (GAMAHIRA) telah berhasil menyelenggarakan program pengabdian masyarakat tahunan mereka yang bertajuk “GAMAHIRA Goes to Pasraman (GGTP) III”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam, tepatnya pada 20–22 Juni 2025, dan berlokasi di Pasraman Brawijaya, Kabupaten Lampung Timur. Dalam pelaksanaannya, program ini mengusung tema filosofis “Vidya Danam Maha Danam”, yang bermakna bahwa membagikan ilmu pengetahuan adalah bentuk amal yang paling agung. Tujuan utama dari gerakan GGTP III ini adalah untuk mengikis paradigma keliru di masyarakat pedesaan yang menganggap pendidikan tinggi bukan sebagai prioritas utama. Melalui pendekatan yang persuasif, para mahasiswa berusaha membakar semangat dan motivasi anak-anak serta remaja di lingkungan Pasraman agar berani bermimpi besar dan melanjutkan studi ke bangku perkuliahan. Selain memotivasi dalam hal akademis, para peserta juga dibimbing agar mampu memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi saat ini secara positif dan bijak, dengan tetap berlandaskan pada ajaran moral Tri Kaya Parisudha (berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik). Pembina UKM GAMAHIRA, Dr. I Putu Mahendra, S.Si., menjelaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap daerah-daerah yang masih minim akses fasilitas edukasi maupun dorongan moral untuk belajar. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana GGTP III, Gede Satria Wahyu Saputra, menyampaikan harapan besar agar setelah kegiatan ini selesai, anak-anak di Pasraman Brawijaya tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam mengasah bakat dan potensi mereka. Selama tiga hari agenda intensif tersebut, para mahasiswa menggelar serangkaian aktivitas yang variatif dan edukatif. Kegiatan tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, melainkan juga menyentuh aspek seni dan spiritual, seperti pelatihan seni tari tradisional, pendalaman doa-doa harian, serta pelaksanaan Pesantian (pembacaan sloka suci) yang melibatkan warga sekitar. Guna menjaga keseimbangan jasmani dan rohani, hari kedua diisi dengan sesi Yoga bersama serta kelas khusus yang mendalami implementasi karakter berbasis Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari.